Mempersiapkan ujian alam kubur

Semua muslim sepertinya sudah tau bahwa akan diberi 6 pertanyaan kelak di alam kubur. Dan sepertinya juga sudah pada tau apa saja pertanyaanya, dan apa jawabanya. Beberapa pertanyaan itu adalah

Siapa Tuhanmu

Apa agamamu

Siapa nabimu

Apa kitabmu

Siapa saudaramu

Mana kiblatmu

Pertanyaan yang mudah dijawab oleh orang yang masih hidup seperti kita ini. Dan sebaliknya, pertanyaan itu akan sangat susah untuk dijawab ketika kita meninggal kelak. Kenapa? Selain karena otak kita (mungkin) sudah tidak berfungsi, ditambah seramnya malaikat yang memberikan pertanyaan. Ibarat kata, kita diberi pertanyaan oleh guru/dosen/bos yang killer, sudah pasti kita akan gemetar dulu sebelum menjawab.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar dan benar, tanpa sekalipun kita pass,atau mungkin merengek meminta bantuan ask the audience atau call a friend ?

Jawabanya adalah sholat! Lebih sempurnanya, sholat berjamaah.

Semua jawaban dari 6 pertanyaan di alam kubur, ada di sholat.

Siapa Tuhanmu => Bacaan takbir dalam sholat ( Allahu akbar )

Apa agamamu => Bacaan syahadat dalam sholat

Siapa nabi mu => Bacaan sholawat dalam sholat

Apa kitabmu => Bacaan fatehah dan surat lain dalam sholat

Siapa saudaramu => dengan siapa kita sholat ( imam atau para jamaah)

Mana kiblatmu => menghadap mana kita sholat

Kita akan bisa lancar dan benar menjawab semua pertanyaan alam kubur, apabila kita istiqomah menjalankan sholat 5 waktu. Khusus pertanyaan siapa saudaramu, kita harus sering melakukan sholat berjamaah ( mungkin, minimal sholat jumat,sholat ied, sholat tarawih)

Apa dasarnya?

Sesuatu yang sering kita lakukan, akan menjadi sebuah kebiasaan yang bisa membuat kita spontan melakukanya. Membuat tubuh kita secara otomatis melakukanya.

Contohnya

Ketika kita sering bicara kasar, besar kemungkinan ketika kita kaget, yang keluar dari mulut kita adalah kata kasar yang sering kita ucapkan.

Bagi yang sering latihan tinju,silat,dan lain sebagainya, semakin sering berlatih dan sparing, maka tangan,kaki,dan anggota badan kita yang lain bisa secara reflek menghindaari atau menangkls pukulan dari lawan.

Ada peribahasa jawa yang berbunyi, “ witing trisno jalaran soko kulino “ yang artinya bisa tumbuh cinta kalau sudah terbiasa.

Dan masih banyak contoh lain yang secara logika pun sangat masuk akal.

Kesimpulanya adalah, semua pertanyaan di alam kubur akan mudah dijawab oleh kita yang minimal istiqomah menjalankan sholat ( lebih baik kalau jamaah), Dan akan lebih mudah lagi kalau kita istiqomah juga dalam membaca al quran, dan ber amal yang sifatnya sosial.

Cara ini juga berlaku untuk kita mempersiapkan kematian. Ketika semasa hidup, kita sering membaca kalimat syahadat, maka ketika sakaratul maut, peluang mulut kita mengucapkan syahadat akan semakin besar, walaupun ketika kita mengalami sakaratul maut dalam keadaan tidak sadar ( sakit,atau tidur)